Aku mungkin telah lelah saat rasa cinta itu menyakitiku berkali-kali. Mungkin aku telah lelah saat diriku tahu orang yang paling kusayangi, tempatku meletakkan seluruh cintaku, lebih memilih mencari bahagia dengan orang lain. Kekecewaan pada dirinya membuatku tenggelam di kegelapan. Jika orang berkata dunia itu berwarna, maka bagiku kini warnaku adalah hitam kelam, tak berguna dan tak berarti. Bahkan saat cobaan menimpaku, yang kuharapkan nyawa ini pergi kembali padaNya agar ku tak lagi rasakan rasa sakit darinya dan luka di tubuhku.
...Hingga dirinya datang dengan sejuta perhatian dan membawa harapan...
Awalnya, aku tak pernah berfikir untuk bisa meletakkan cintaku pada orang lain lagi setelah rasa cinta yang telah kupupuk 3 tahun lamanya kandas. Bahkan aku mengelak saat orang-orang mulai menggodaku saat aku bersamanya. 'Gak Mungkin lah' itu hal yang selalu kulontarkan saat kawan-kawanku mulai menggodaku, meski ia selalu menjemput dan mengantarku saat aku akan berangkat kuliah, menemaniku makan, dan bahkan bersedia mengantarku kemanapun aku mau pergi--padahal baru seminggu aku mengenalnya dan itupun dari jejaring sosial--.
Perhatiannya selama ini akhirnya membuat hatiku luluh juga. Saat ia tak mengabariku, diriku mulai mencari-cari keberadaannya. Aku mengira mungkin ini hanyalah rasa sesaat, mengingat belum genap seminggu aku bersama dengannya. Hingga...aku mulai sadar kalau hatiku telah terisi olehnya dan kenangan akan rasa cintaku di masa lalu telah pudar. Rasa bahagiaku pun sempurna saat ia mulai nyatakan rasanya padaku, meski ia tak pernah nyatakan langsung saat didepanku. Penantianku mungkin akan berakhir saat kutemukan cinta yang baru, pikirku.
Menanti-nanti saat ia nyatakan langsung perasaannya padaku, bahkan sering pula aku memancing-mancing dia agar ia berani ungkapkan langsung dihadapanku. 'Mungkin dia pemalu atau dia cuma ingin mempermainkan aku', itu yang selalu ada di benakku. Sampai akhirnya aku tahu alasan ia tak mau mengungkapkan perasaannya. Bukan karena malu, bukan karena ingin mempermainkan, tapi untuk menjaga perasaanku karena tak akan lama lagi ia bisa menemaniku disini.
Mendengarnya mengatakan itu membuat peluhku tak sanggup lagi kutahan... menangis dan terus menangis saat aku teringat waktunya disampingku bisa dihitung dengan satu tangan. Berpura-pura tegar saat dihadapannya dan berpura-pura tersenyum agar ia tak khawatir saat ia ingatkan waktunya yang tak lama lagi.
Aku hanya bisa ungkapkan rasaku yang sesungguhnya hanya saat bertukar pesan singkat-SMS-. Yang tak akan pernah aku lupakan perkataannya,
"kalau kamu kangen aku, kamu tutup matamu yank trus hirup udara dalam-dalam... rasain anginnya","Dirasain yank.sayangku ke kamu itu seperti angin, gak bisa dilihat tp cm bisa dirasain"
"3 tahun lagi, aku dateng ke rumahmu buat ketemu orang tuamu.. Aku janji itu"
dengan berat hati harus kuterima keputusannya, karena itu semua untuk masa depannya... bukan...tapi untuk masa depan kita.. :')
Aku tak berani berjanji bahwa hatiku ini akan terisi olehmu seumur hidupku. Aku pun tak akan menagih janjimu tiga tahun lagi. Namun yang kutahu, saat ini, esok dan nanti hidupku telah terpenuhi oleh rasa cintamu. Meski nanti kau kan melupakan janjimu itu, aku kini telah bahagia karena kau sempat berkata hal yang indah padaku, hal yang membuat tidurku tenang untuk menanti tiga tahun kedepan.
dedicated for Febriana Wulansari

6 comments:
Nagisss Dloee ah disini...threatxa sedih amettttt....
wakkkkkkkkkk
Keep spirit,terkadang itu ngk sesuai dengan apa yg kita harapkan....
selalu melangkah kedepan,walau sedikit "tertatih"
http://rizal-de-peruzzi.blogspot.com/
kisah nyata Febriana Wulansari tuh bang.. dia minta dibikinin postingan blog tentang kisah galaunya... haha
It's the fact story..
Dan lagi2 peluh ku mengalir deras d kedua pipi ku..
Makasih galuh sayong..
T.T
it's not the fact story sayong... but it's true story...salah bilang tuh...
harusnya ada lanjutannya...
'penyesalanku.. kenapa ini tak berawal saat kita awal bertemu.. hingga waktu ku lebih panjang untuk bersamamu'
aseekkk... haha
weeeeew.....tapi kok malah ikut ngepost gt,
Jangan2 orgxa sendiri yg sedang menagis tersedu2..
malah nuduh febri..heheheheheeee
http://rizal-de-peruzzi.blogspot.com/
lhe.. serius kok bang... ini kisah nyata Febri...
dia lagi galau menanti 3 tahun lagi...
tulisan ini aku bikin dari semua ceritanya dia ke aku.. :)
oke banget dah ceritanya dia... sampe bikin aku hampir nangis waktu nulis.. :')
Posting Komentar