November 18, 2011

Talking To the Moon-Bruno Mars

0


I know you're somewhere out there
Somewhere far away
I want you back
I want you back
My neighbors think
I'm crazy
But they don't understand
You're all I had
You're all I had

Chorus:

At night when the stars
light up my room
I sit by myself

Talking to the Moon
Trying to get to You
In hopes you're on
the other side
Talking to me too
Or am I a fool
who sits alone
Talking to the moon

I'm feeling like I'm famous
The talk of the town
They say
I've gone mad
Yeah
I've gone mad
But they don't know
what I know

Cause when the
sun goes down
someone's talking back
Yeah
They're talking back

Chorus:

At night when the stars
light up my room
I sit by myself
Talking to the Moon
Trying to get to You
In hopes you're on
the other side
Talking to me too
Or am I a fool
who sits alone
Talking to the moon

Ahh Ahh,
Ahh Ahh,

Do you ever hear me calling?
Cause every night 
I'm talking to the moon
Still trying to get to you

In hopes you're on
the other side
Talking to me too
Or am I a fool
who sits alone
Talking to the moon

I know you're somewhere out there
Somewhere far away
Read more

November 14, 2011

Zona Nyamanku Hanya Sekedar Sebuah Titik

0


Manusia adalah makhluk sosial yang hidupnya tak kan bisa lepas dengan kegiatan sosialnya, yang selalu berhubungan dengan manusia lain yang ada disekitarnya. Tapi, bagaimana jika hal yang seperti itu terhalang karena suatu masalah klasik yang selalu terjadi ketika kita berinteraksi sosial dengan orang lain, apakah toleransi adalah jalan utama untuk menyelesaikannya?

Ketika toleransi sudah terucap, terkadang tanpa kita sadari ada hak asasi yang tertindas olehnya. Padahal suatu toleransi tentu saja ditujukan agar tidak ada hak asasi yang terinjak oleh kelakuan orang lain. Sakit hati ini ketika harus mengetahui suatu kebaikan bisa dengan mudahnya berubah menjadi sebuah pisau yang amat tajam, yang bisa menujam tubuh ini dengan mudahnya dan mengoyaknya tanpa belas kasihan, hanya karena suatu sudut pandang yang berbeda. Suatu sudut pandang yang subjektif, suatu sudut pandang dimana tak ada seorangpun yang sanggup menyalahkan dan membenarkan karena kebebasan setiap individu untuk membenarkan apa yang sudah menjadi opininya. lantas benarkan jika kita melakukan toleransi di saat kita menghadapi masalah?

Teringat perkataan sesorang tentang sesuatu yang dinamakan toleransi,
A: "Orang Jawa itu mesti main toleransi ke orang ya, gag kaya orang china yang gag pernah pandang bulu ketika menghadapi orang yang sudah melanggar  apa yang telah menjadi haknya. Yang bener yang mana sih?"
B: "Toleransi itu terkadang sangat merugikan manusia, kita bisa menjadi budak dan tertindas karena sesuatu yang dibilang toleransi. Kita hanya bisa melihat orang terbunuh di depan kita ketika kita bertoleran terhadap sang pelaku, ketika aku tak mengedepankan toleransi, mungkin aku sudah lebih dulu membunuh orang yang akan membunuh orang itu."

Setelah mendengar itu, rasa sesak kembali menujam jantungku. Sudah benarkah apa yang kulakukan, sudah benarkah toleransi yang aku yakini? Hingga tersadar olehku tentang berbagai hal yang telah direnggut paksa oleh sesuatu yang dinamakan toleransi. Zona nyaman...ya, zona nyaman yang selalu membuatku nyaman dan sangat bertahan dari segala kesulitan hidup kini mungkin telah tiada. Zona nyaman yang dulu adalah suatu lingkaran yang amat besar, dengan adanya toleransi, kini zona nyaman itu hanya menjadi sebuah titik. Sebuah titik yang tak sanggup lagi membuatku nyaman dengan segala masalah ini hingga aku sempat berfikir bahwa satu-satunya tempat nyaman yang bisa kuraih adalah ketika melepaskan diri dari kehidupan ini. Hati ini akan terus tersayat, dan hanya meninggalkan luka dan rasa sesal. Tak ada lagi jalan tengah yang bisa menyelesaikan ini semua karena zona nyaman yang dulu tempatku untuk menenangkan diri dan hati kini hanya menjadi sekedar titik yang bahkan tak sanggup menemukan pemecahan dari smua masalah klasik manusia yang disebabkan oleh sebuah hal yang bernama toleransi. Kini, satu-satunya jalan yang dapat kulakuakn untuk membuatku sedikit melupakan rasa sakit dan sesal adalah sebuah tangisan, tangisan yang mengantarkanku ke dalam tidurku, selalu.

Miss you so much my lovely 'zone of freedom'.
Read more

November 11, 2011

Mempesona dan fenomenal benarkah??

2

11 November 2011 atau lebih sering ditulis orang 11.11.11... aku sendiri mengharapkan turunnya suatu hal baik di tanggal ini,  walaupun bisa dibilang gag percaya ama tanggal cantik kaya gitu. Dari berita di TV yang barusan aku tonton, banyak ibu-ibu yang pengen ngelahirin anaknya di tanggal ini. Contohnya ibu-ibu di ponorogo, mereka lebih prefer ngelahirin anaknya di tanggal 11.11.11 karna rumah sakit bikin promo menggratiskan biaya persalinan. Beda lagi di Jakarta, ibu-ibu pada ngantri mau sesar biar anaknya punya tanggal lahir cantik, padahal belum tentu anak yang dilahirin bakalan mau lahir di tanggal itu dan belum tentu anaknya bakalan cantik kaya tanggal lahirnya...ckckck...belum lagi kemengangan Indonesia di ajang SEAGAMES 2011 atas Singapura, sepertinya pemain timnas U-23 juga sangat suka sekali dengan tanggal ini, mereka bahkan nyetak gol aja ada hubungannya sama tanggal ini, menang 2-0, kan 1+1=2...hehe. Mbak-mbak dan mas-mas yang udah kebelet nikah pun mengabadikan tanggal ini sebagai tanggal pernikahan, bahkan ada juga yang menjadikan sebagai nominal mas kawinnya... ampun bang, pada kegandrungan semua sama tanggal ini..

Kembali lagi, mengharapkan sesatu hal baik di hari ini, di tanggal yang dibilang orang-orang sangat cantik dan takkan terulang lagi, sehingga ada hal baik yang akan aku tulis di blokku ini. Tapi, saat terbangun dari tidur siangku gara-gara kekenyangan makan di warung yang bikin promo all you can eat dengan harga murah, yang aku dapat adalah kabar kematian seseorang yang tak terduga sebelumnya. Seseorang yang pernah membagi ilmunya kepadaku, ilmu yang sangat berguna dalam hidup ini. Semoga amal perbuatannya dapat diterima disisi-Nya. Kami disini akan mendoakanmu pak, dan terima kasih atas segala yang telah kau ajarkan kepada kami, sebuah cerita dan pandangan hidup dari kehidupan yang fana ini....

Yyaa... itulah sebuah cerita dari tanggal 11 November 2011 yang sangat kontroversial dan jadi idola di kalangan masyarakat.
Read more

November 04, 2011

Pasukan Kuning, Budak Peradaban Modern atau Pahlawan yang Tak pernah Dianggap

0
  Ketika kita mendengar kata sampah, pasti yang kita bayangkan adalah bau busuk dan sesuatu yang menjijikkan. Tapi hal yang berbeda akan disampaikan bila kita bertanya pada orang setiap harinya bergelut dengan barang sisa dan bau tak sedap itu.
   Mengais rezeki dari apa yang telah dibuang oleh masyarakat. Menahan bau busuk yang menusuk hidung dengan harapan masa depan untuk keluarga dan anak mereka. Walaupun dengan upah yang bisa dibilang kurang untuk menghidupi keluarga di jaman modern ini, mereka tetap berusaha keras, menarik gerobak sampah yang penuh dan berat dan harus berjalan jauh pula untuk mencapai TPA tempatnya menyetor sampah.

   3 November 2011, tak sengaja aku berpapasan dengan seorang tukang sampah yang sedang menarik gerobaknya saat berkendara di jalanan pulang menuju rumah. Saat itu jalanan sedang gerimis, maklum akhir-akhir ini hujan mulai turun rajin di kota ini. Setelah melewati beberapa meter, tak dapat ku rasa lagi air hujan menetes di kaca helm, akhirnya kuputuskan untuk melepas mantel hujanku dan menepi di depan SMPN 39 dan melipatnya. Saat sedang melipat mantel, tukang sampah yang sempat berpapasan denganku tadi kini berjalan melewatiku, dengan berjalan perlahan dan terlihat keberatan saat menarik gerobak sampahnya yang sudah penuh dengan sampah.
   Saat itu terlintas dalam benak, daerah sini mana ada TPA, yang aku tahu TPA di sekitar itu ada di jemur sari yang jaraknya lumayan jauh, dengan motor saja paling tidak butuh waktu 15 menit untuk mencapainya. Di malam yang dingin (saat itu pukul 20.30), di saat orang-orang sedang berkendara menuju rumah untuk mendapatkan kehangatan dan kenyamanan di tempat tidur, yang dilakukan oleh tukang sampah itu adalah menarik gerobak sampahnya yang telah penuh, meski berat dan kesusahan.
   Hanya ingin sekedar mengingatkan, mungkin selama ini kita menganggap bahwa pekerjaan menjadi seorang tukang sampah adalah pekerjaan rendahan dan menjijikkan. Namun, apakah kita pernah menyadari, jika dunia tanpa pasukan kuning, dunia akan menjadi seperti apa?? Sudah dapat terbayang setinggi apa tumpukan sampah yang ada di depan rumah kita, sebau apa udara di sekitar kita.
   Mereka mungkin dianggap sebagai seseorang dengan derajat rendah dan pekerjaan yang jorok, tapi hal itu bukanlah satu penilai mutalk untuk mereka. Karena menurutku, seorang pasukan kuning/ tukang sampah adalah seorang pahlawan yang membantu kita untuk menjaga lingkungan ini, menjaga kebersihan lingkungan ini agar kita tak terganggu dengan bau tak sedap. meski dengan gaji yang rendah.

Salam penghormatan untuk para penjaga kebersihan negriku.
Read more

November 03, 2011

Something 'bout love- David Archuleta

0
Something About Love lyrics




Every night it’s all the same
You’re frozen by the phone
You wait, something’s changed
You blame yourself every day
You’d do it again
Every night

(*)

There’s something ’bout love
That breaks your heart
Whoa oh oh oh
It sets you free
There’s something ’bout love
That tears you up
Whoa oh oh oh
You still believe
When the world falls down like the rain
It’ll bring you to your knees
There’s something ’bout love that breaks your heart
Whoa oh oh oh…
But don’t give up
There’s something ’bout love

When you were young
Scared of the night
Waiting for love to come along
And make it right
Your day will come, the past is gone
So take your time
And live and let live

Back to (*)


Don’t fight
Don’t hide
Those stars in your eyes (in your eyes)
Let em’ shine tonight
Let em’ shine tonight

Hang on
Hang in
For the ride of your life
It’s gonna be alright
Hold on tight

There’s something ’bout love
That breaks your heart
Whoa oh oh oh

Back to (*)2x
Read more

November 02, 2011

KEHIDUPAN DAN RUTINITAS

0
Kehidupan dan rutinitas.. keduanya mungkin adalah hal yang tidak bisa dipisahkan. Di dalam kehidupan manusia selalu disibukkan segala rutinitasnya. Mulai dari kecil kita sudah dikenalkan dengan sebuah rutinitas, sekolah-makan-tidur-sekolah-makan-tidur..demikian seterusnya. Setelah beranjak dewasa, tingkatan kita sedikit berubah yakni menjadi Sekolah-Tidur-Makan-Belajar-Tidur-sekolah-... demikian seterusnya setiap hari. Hingga kini menghadapi sebuah rutinitas yang mungkin diri ini sesungguhnya sudah sedikit merasa bosan dengan rutinitas itu. Kehidupan dengan sebuah rutinitas yang benar-benar terasa membosankan dan begitu mengekang.
Sempat terpikir, akankah kita hidup di dunia hanya untuk melaksanakan sebuah rutinitas. Sebuah rutinitas yang sudah tercetak untuk kita dan tak bisa terelakkan bahkan saat kita mencoba untuk melanggar rutinitas itu, yang ada hanyalah circaan orang yang melihatnya karena dianggap sebagai hal yang tabu.
Lari...ingin sekali hati ini lari menghindari segala rutinitas, hidup sesuai dengan jati diri, hidup sesuai nafas ini menghembus, hidup dimana jantung ini bisa berdetak karena ingin berdetak, bukan hidup karena sesuatu hal yang telah ditetapkan yang bahkan hidup yang tak pernah kita tentukan sendiri...
Jalani hidup ini sesuai dengan aliran air..banyak sekali dogma-dogma seperti itu yang menyerbak di masyarakat. Benarkah???

Kalau menurutku... satu moto yang aku gunakan untuk hidup. hiduplah dengan melihat air, ikuti arusnya, tapi jangan pernah terbawa oleh arus.
Buatlah hidup ini sesuai dengan keinginanmu. Jalan yang telah engkau pilih adalah jalan yang harus kau lalui, meski berat di tengah perjalanan, ingatlah bahwa masih ada tujuan yang pastinya kau inginkan...
itu adalah hal idealnya... namun kenyataan??? no ones know it
lets live your life...
Read more
 
Copyright 2011 BLOW UP. Designed by Cute Templates Blogger.
Thanks to: Link 1, Link 2, Link 3.