Dunia dengan segala kehidupan yang ada di dalamnya tak henti-hentinya meninggalkan sebuah cerita yang unik, yang bahkan sesekali membuat kita tertegun dan terheran karenanya. Tak akan ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan kecuali Dialah yang membuat cerita. Kita sendiri pun tentu tak kan sanggup menebak apa yang akan terjadi di masa depan. Sebuah konsepan atau rencana pun hanya akan menjadi sebuah rencana jika pembuat alam semesta ini lebih berkehendak lain dan Dia sesekali memberikan kita pelajaran hidup dengan menunjukkan sebuah cuplikan drama kehidupan dari sebagian kecil cerita panjang yang telah Dia buat. Dengan melihat tingkah para lakon (pemain) yang berbeda-beda, kita telah dibuat belajar untuk memahami secuplik fase dalam kehidupan.
Seperti yang kini kualami dan kusaksikan, sebuah drama yang cukup membuatku mengerti bahwa suatu wibawa manusia bisa turun drastis berkalang tanah akibat dari tingkah sang lakon itu sendiri. Ketika harga diri dan wibawa sang lakon bisa dibeli dengan harta dan wanita. Mungkin itu sekilas terlihat hanya sebagai ungkapan semata. Namun, itulah drama yang kini terjadi panggung drama kehidupanku.
Sempat diri ini merasa kagum dengan sosok seorang tokoh yang ada di hadapanku kini. Untuk namanya, panggil saja dia si Cantik, meski ia bukan seorang wanita--karena kupikir ia lebih pantas aku samakan dengan seorang wanita yang selalu manja dan sedikit nakal--. Si Cantik yang begitu mempesona dengan segala apa yang ia miliki, baik itu tutur katanya, pendidikannya yang telah lalui, dan juga segala puji-pujian tentangnya dimanapun ia melangkah. Sedih, memang, ketika aku yang dulu sempat mengaguminya mengetahui sosok lain yang benar-benar bisa membuatku merasa jijik ketika melihatnya. Rasa kagum dan hormatku sirna seketika saat aku melihatnya -seorang tokoh yang beragama, berpendidikan, dan berwibawa- menodahi pujian orang lain hanya karena seorang wanita, padahal ia telah memiliki seorang perempuan yang telah ia berikan janji setia seumur hidup. Semua yang ia miliki bisa ia berikan kepada si wanita...kekuasaannya...hartanya... bahkan harga dirinya pun akan ia berikan jika ia bisa memiliki sang wanita. Mungkin terdengar seperti hal yang wajar terjadi di dunia ini. Namun, tetap saja itu adalah hal tabu yang tak pantas dilakukan olehnya, meski ia mendasari dengan kata cinta dan merupakan hak setiap orang untuk mencintai.
Dengan melihat kejadian itu, aku baru menyadari begitu bobroknya dunia ini. Karena harga diri, martabat, dan wibawa sang lakon bisa dibeli hanya dengan sebuah materi(harta) dan seorang wanita.
Seorang pemimpin akan melakukan apa yang kita inginkan jika kita berikan ia harta melimpah. Dan semua yang kita inginkan dapat kita dapatkan, jika kita bisa menjadi sang wanita.

0 comments:
Posting Komentar