Oktober 26, 2011

AYAM KAMPUS YANG MENGKOKOK


Sebagai mahasiswa (ceileee...), aku sekarang banyak merasa jengkel ketika ada juniorku yang bisa dibilang manja plus hobinya mamerin kekayaan ... masih bawa-bawa sifat SMA mereka yang menurutku sudah gak pantes dimiliki seorang mahasiswa. (bukan bermaksud sok bener, tapi begitu kenyataannya)

Aku rada jengkel&kecewa, terutama saat inget susahnya ngarahin mereka ke arah yang lebih bener. Akhirnya terpikir buat nulis sebuah tulisan buat nyadarin mereka betapa salahnya pola pikir mereka. Seharusnya seorang mahasiswa harus berpikir selayaknya mahasiswa dan bukan berpikir seperti seorang siswa. :-p
Berikut ini tulisan yang aku buat:

"Terkadang merasa bingung dengan sikap generasi muda. Seperti tak ada jembatan penghubung yang mampu menyambungkan setiap pita asa dari generasi kami ke mereka. Dengan harapan muluk-muluk, sampai-sampai samudra ini pun habis ditelannya, untuk menggembleng mereka sesuai angan, surut hanya karena apatis lebih tinggi dari pada rasa hormat dan percaya. Akankah kami hanya bisa berangan ketika suara hati yang mencuat hanya dianggap ciapan anak ayam dan ketika maksud tak sanggup terpatri pada pikir sang calon murid.
Kau anggap kami ini apa? Kalian hanya berkokok mengharapkenikmatan yang fana dan mengaku telah remuk semua tulang saat kami berikan beban yang sebenarnya hanya seberat zahra. Mendongakkan kepala tinggi-tinggi seakan sudah tak sudi menyawang tanah. Tak sadarkah posisi kalian? Kalian bagai telur yang hanya mengharap berakhir jadi telur mata sapi daripada harus menetas menjadi seekor anak ayam, tumbuh dan berkembang di tanah air ini. Masih bau kencur, memang, tapi layakkah kau menghargai beras terbaik yang kami berikan setara dengan harga dedak?
Kecewa. Mungkin itu hal yang pertama terasa saat rasa lelah, penat, dan percaya kami harus mengalh dengan kemanjaan dan keegoisan. Tak pernakah kau lihat bayang-bayangmu, agar kau sedikit tahu apa yang telah kau lakukan hingga kami harus lakukan hal yang kau bilang keji itu. Usaha memutar otak dan kehilangan waktu hanya terbalas dengan suara manja dari orang yang sebenarnya tak paham betul maksud yang ingin kami lakukan.
Telan mentah-mentah, kesederhanaan cara pikir seperti itu yang membuat kalian sendiri lelah dan tak bisa bertahan karenanya. Kalian pikir kami tak lebih dulu menggeliat di posisi itu??
Berpikirlah selayaknya manusia, bukan seperti hewan yang selalu menggebu-gebu, mengedepankan emosi saat berhadapan dengan masalah. Kami ini adalah gurumu, bukan mangsamu yang selalu ingin kau terkam saat kau melihatnya."

Dan akhirnya atas ide jenius temenku, tercetuslah judul "AYAM KAMPUS YANG MENGKOKOK" karena menurutnya judul adalah hal yang paling menarik pembaca saat melihatnya...applause for her great idea..meski rada konyol...

5 comments:

yanu mengatakan...

glodhak,
WHATEVER THEY THINK, THINK THE OPPOSITE

Ghalz mengatakan...

hehe... sudahlah kakak...makasih ya kakak... kau adalah pembawa buku berisi inspirasiku...wkwkwk..

boleh gak di buat agitasi...

dea mengatakan...

mungkin sih saran,,
bole bagus tapi ada sdikit yang mungkin krg pas dbaca mrek,, kayae qt pamrih g prlu mreka tau..
dAN soal mghormti

Ghalz mengatakan...

iya sih.. sempet ngerasa agak pamrih...

tapi kmaren udah terlanjur di print waktu aku tidur dea... maaf..
kapan.kapan kita bikin lagi aja yang lebih bagus..hehe

Unknown mengatakan...

ya ya lanjutkan anak muda

Posting Komentar

 
Copyright 2011 BLOW UP. Designed by Cute Templates Blogger.
Thanks to: Link 1, Link 2, Link 3.